Aku seperti terjebak dalam sebuah sandiwara...
Bagaimana takdir bisa begitu memaksa ku berada di sana...
Terjebak dalam tawa gadis yang aku cinta.
“Jadi ini malam terakhir kita... sebelum aku benar-benar hidup waras
di Kanada.” Ujar Melisa. Malam berbeda di dalam Mall yang sama. Mereka
sedang duduk berdua, diam dan membiarkan Pizza itu sedingin angin surga.
“Dasar bodoh! Apa tidak ada kata-kata
terakhir yang ingin kamu utarakan. Mungkin saja aku berbaik hati dan
akan mengabulkan permintaan terakhir mu.” Ujar Melisa manja. Allan hanya
menggelengkan kepala. “Hah... kamu mungkin memang tidak akan berubah.
Hanya akan membuat ku merasa aneh, memandang dan mengharapkan sesuatu
dari dunia mu yang jauh di sana...” gumam Melisa menatap Allan dengan
kesal. “Pizza nya menunggu.” Ujar Allan. {FOOL HOUSE}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar