Aku tahu, aku pernah mendengar Surga.
Tempat penantian para jiwa. Katanya jauh lebih indah dari dunia manusia, tapi
hanya makhluk sempurna yang dapat mencapainya. Entahlah, apa aku harus membawa
Mama kesana. Supaya tawa nya merekah dan menjadi indah. Apa aku harus
mengatakan padanya rahasia ini? apa aku harus memaksanya supaya kita bisa tetap
bersama? Aku hanya merasa sedikit gelisah, tawa nya akan hilang jika terlalu
lama aku berdiam. Tidak, mungkin ini hanya rasa kecewa karena aku tak dapat
segera menghiburnya. “Aku akan bertahan
satu masa untuk menantikan dirinya. Mama aku akan terjaga.” aku hanya
belajar sekuat dirinya, pasti dia jauh lebih menderita dari aku yang hanya diam
dan menatapnya.
Aku belajar banyak dusta, dunia manusia
ini tak seindah seperti yang aku duga. Dunia manusia hanya sekumpulan sampah
yang pandai bersandiwara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar